Selamat Datang di Blog CCRC!

Featured

edy-tw1.jpgAgen kemopreventif merupakan agen yang dapat mencegah dan menghambat proses perkembangan kanker serta membantu memulihkan kondisi kesehatan penderita kanker.

Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi UGM didedikasikan untuk pengembangan agen kemopreventif baik yang berasal dari alam (tumbuhan) maupun dari bahan sintetik melalui riset, pengembangan gagasan dan pengembangan produk. Diharapkan blog ini dapat dimanfaatkan sebagai media tukar gagasan, informasi, dan komunikasi produktif bagi para peneliti, pelaku industri, mahasiswa, pemerintah, pemerhati, dan masyarakat yang lekat dengan perkara pengembangan agen kemopreventif.

Prof. Dr. Edy Meiyanto, MSi., Apt.
Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC)
Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada,
Sekip Utara Yogyakarta, 55281, Indonesia
Telp.: 0274- 6492662; Fax: 0274-543120
e-mail: ccrcfarmasiugm@yahoo.com

Aksi Kemoprevensi NSAID dalam menghilangkan stem cell onkogenik intestinal via apoptosis tergantung SMAC

Oleh : Sarmoko dan Alfan K

Tumorigenesis kolorektal  diawali dengan perubahan genetik pada tumor supressor gen APC (adenomatous polyposis coli) melalui jalur signaling Wnt, memicu akumulasi β-catenin dan translokasinya ke nukleus. Apakah protein Wnt? Protein Wnt adalah berupa glikoprotein sekretori pada membran yang terikat pada reseptor Frizzled dan ko-reseptor LRP5/6. Protein ini adalah menstabilkan β-catenin, suatu mediator penting pada jalur signaling kompleks yang berperan pada regulasi proliferasi dan diferensiasi sel. Berikut gambarnya. (Gambar lebih jelas tapi tidak berwarna ada di artikel ini). Continue reading

Curcumin sebagai Agen Kemoprevensi Kanker Kolon

Mekanisme aksi curcumin sudah diteliti secara dalam sampai level molekuler. Diketahui bahwa curcumin mengganggu aktivasi transkripsional dari beberapa faktor transkripsi yaitu NF-kB dan AP-1. Hasilnya adalah regulasi negatif (penghambatan) dari regulator pada siklus sel dan onkogen seperti c-Myc, cyclin D1, Bcl-2 dan Bcl-XL. COX-2 juga mengalami overekspresi pada kanker kolon melalui transaktivasi NFkB atau AP-1. Oleh curcumin, proses transaktivasi ini juga ditekan. Continue reading

Peran Mitokondria dalam Apoptosis

Apoptosis adalah kematian sel secara terprogram yang terjadi secara normal selama proses perkembangan dan penuaan semua jaringan tubuh. Apoptosis merupakan mekanisme homeostatis sel untuk memelihara populasi sel dalam jaringan tubuh dan dalam mekanisme pertahanan tubuh. Ada 2 jalur apoptosis yaitu jalur ekstrinsik dan jalur intrinsik. Jalur ekstrinsik melibatkan Fas, sedangkan jalur intrinsik melibatkan sitokrom c yang dirilis dari mitokondria. Continue reading

SEMINAR NASIONAL “KUNYIT (Curcuma longa): TINJAUAN FILOSOFIS DAN ILMIAH”

Kunyit (jawa: kunir, Curcuma Longa ) adalah salah satu rempah-rempah yang sangat dikenal di Indonesia, baik sebagai bahan untuk makanan maupun sebagai bahan untuk jamu/obat tradisional. Dalam bidang pengobatan tradisional kunyit banyak digunakan sebagai bahan ramuan jamu, dan khasiat kunyit ini telah terbukti secara ilmiah sebagai agen antidiabetes, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan antikanker. Continue reading

Oriental Pharmacy and Experiment Medicine (OPEM)

Coba Anda masuk ke halaman SpringerLink/Journal. Di halaman ini Anda akan menemukan kategori Jurnal dari Behavioral sciences, Biomedical and Life Sciences, Chemistry and Materials Sciences, Bussines and Economics, Engineering, sampai Medicine. Untuk ilmu farmasi, kategori yang paling berdekatan adalah Biomedical and Life Sciences, dan Medicine. Ketika Anda menge-klik pilihan tersebut maka Anda akan mendapatkan list jurnal dalam jumlah ratusan dan sudah diurutkan abjadnya dari A-Z. Coba perhatikan ada tanda segiempat di sebelah kiri nama jurnal. Jika berwarna hijau penuh, itu artinya Anda bebas mengakses full paper secara gratis, misal Oriental Pharmacy and Experiment Medicine (OPEM), juga Archives of Toxicology. Khusus untuk OPEM, layanan free access ini hanya berlaku 2 minggu dihitung sejak 16 Nov 2011 dan selanjutnya adalah berbayar. Continue reading

INTERNATIONAL SEMINAR ON TRANSLATIONAL RESEARCH IN CANCER CHEMOPREVENTION 2011

Introduction

Recently, translational research in the scientific world is a necessity. Effective connection between basic research and clinical application or translation of research results to clinical application requires an excellent strategy. Many aspects that require attention in development of translational research are basic research that leads from targeted therapy to clinical application research with a specific marker from laboratories to individual therapies. Cancer chemoprevention is defined as the use of natural, synthetic, or biologic chemical agents to reverse, suppress, or prevent carcinogenic progression to invasive cancer. Herbal extracts as well as numerous phytochemicals derived from herbal and edible plants have been reported could inhibit carcinogenesis process.  Development of Cancer Chemoprevention Research in conjunction with clinical application needs to be pursued effectively; therefore it can be more beneficial to human welfare, especially in dealing with health problems. The success of several recent clinical trials in preventing cancer in high-risk population suggests that cancer chemoprevention is a rational and appealing strategy.

In the next decade, all technologies will assist to the major aspects of cancer chemoprevention: discovery and characterization of chemopreventive agents; evaluation and validation of carcinogenesis biomarkers as substitute endpoints for cancer effect that are beneficial to evaluate  chemopreventive efficacy; and identification of individual, as well as population-based cancer risks such as clinical trial design and public health impact, for choosing benefiting from chemopreventive strategies and compatible to evaluate these strategies.

Research Centre for Chemistry – LIPI and Indonesian Society for Cancer Chemoprevention (ISCC) in collaboration with Faculty of Pharmacy-Gadjah Mada University, Deutscher Akademischer Austausch Dienst-German Academic Exchange Service (DAAD), Leiden-Amsterdam Center Drug Research (LACDR) Netherland, Nara Instititute of Science and Technology (NAIST) Japan, Korea Institute of Science and Technology (KIST) Korea and JEOL Japan will organize an international seminar ‘TRANSLATIONAL RESEARCH IN CANCER CHEMOPREVENTION’ as well support the development of cancer chemoprevention research association in Indonesia.

For more information about seminar, please go to website: http://iscc2011.org

CCRC Goes to AASP Bandung

The 5th Asian Association School of Pharmacy Conference tahun ini diselenggarakan di ITB Bandung. Ada banyak acara dalam pertemuan para pimpinan jurusan/fakultas Farmasi di Asia, juga ada acara Scientific Conference berupa presentasi oral dan poster. Sejumlah partisipan datang tidak hanya dari wilayah Asia, tapi juga dari Australia, Eropa, dan Amerika. Continue reading

Papillomavirus E2 induces p53-independent apoptosis in HeLa cells

Christian Desaintes, Sylvain Goyat, Serge Garbay, Moshe Yaniv and Françoise Thierry

Oncogene (1999) 18, 4538-4545

 

Direview oleh: Endah Puspitasari

 

Infeksi pappilomavirus, suatu adenovirus, sering diasosiasikan dengan lesi pada epitel kulit maupun jaringan lunak. Pappilomavirus yang menginfeksi leher rahim dikaitkan dengan kanker leher rahim. Protein E1, E2, E6 dan E7 adalah protein-protein yang penting pada pappilomavirus (lihat Gambar 1). Continue reading

Karya CCRC Masuk 50 Besar Karya Terbaik SINOVA 2011

Awal tahun 2011, ISTEC mengadakan program SINOVA. SINOVA atau Students Innovation Award merupakan kompetisi karya ilmiah (proposal penelitian) untuk para mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan Sarjana. Acara ini digarap oleh ISTEC Jepang (Institute for Science and Technology Studies) merupakan organisasi ilmiah nirlaba yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berpusat di Jakarta, dan memiliki cabang di Jepang, Belanda, dan Jerman. Continue reading

BIOINFORMATIKA DOCKING

Bioinformatika Docking: Contoh Studi Senyawa Aktif dalam Piper aduncum terhadap Protein Tubulin

Bioinformatika muncul atas desakan kebutuhan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa data-data biologis dari database DNA, RNA maupun protein. Keberadaan database adalah syarat utama dalam analisis bioinformatika. Database protein dapat ditemukan di Swiss-Prot (Swiss) untuk sekuen asam aminonya dan di Protein Data Bank (PDB) (AS) untuk struktur 3D-nya (Sussman dkk., 1998). Continue reading